Pengomposan Takakura Plus Azolla sebagai Solusi Menangani Limbah Rumah Tangga di Pondokan Kampus Jatinangor, Jawa Barat

  • Mieke Rochimi Setiawati (1*) Universitas Padjadjaran
  • Pujawati Suryatmana (2) Universitas Padjadjaran
  • Uum Umiyati (3) Universitas Padjadjaran
  • Oviyanti Mulyani (4) Universitas Padjadjaran

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: kompos, tanaman sayuran, Takakura Plus

Abstract

Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang merupakan desa yang berkembang dari sentra pertanian menjadi kawasan pendidikan. Meningkatnya tempat pondokan dan kos mahasiswa di Desa Cileles berhubungan dengan masalah penumpukan sampahnya. Tujuan kegiatan ini mensosialisasikan teknologi pembuatan kompos organik menggunakan metode Takakura Plus yang dapat menjadi solusi untuk menangani permasalahan sampah organik skala rumah tangga sehingga terbentuk kelompok masyarakat yang lebih mandiri dalam menangani masalah sampah di lingkungannya. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos menggunakan metode Takakura Plus yang diperkaya paku air Azolla pinnata sebagai sumber nitrogen yang mempercepat pengomposan. Peserta terdiri dari 26 orang ibu-ibu rumah tangga dari Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Peserta pelatihan dijadikan percontohan yang mandiri dalam mendaur ulang sampah organik menjadi kompos yang lebih bermanfaat untuk pemupukan tanaman sayuran di pekarangan rumahnya. Pada akhir pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, pengetahuan peserta pelatihan tentang pengolahan sampah organik menggunakan metode Takakura Plus meningkat sebesar 76,9%. Disamping itu minat bercocok tanam tanaman sayuran di pekarangan melalui pemanfaatan kompos yang dihasilkan menggunakan media terbatas (polybag) meningkat sebesar 30,8%.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-02-14
How to Cite
Setiawati, M. R., Suryatmana, P., Umiyati, U., & Mulyani, O. (2026). Pengomposan Takakura Plus Azolla sebagai Solusi Menangani Limbah Rumah Tangga di Pondokan Kampus Jatinangor, Jawa Barat. Madaniya, 7(1), 257-266. https://doi.org/10.53696/27214834.1646
Section
Artikel