Diversifikasi Olahan Bawang Merah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Tinggi di Desa Genengadal Grobogan

  • Dwi Puji Astuti (1*) Universitas Negeri Semarang
  • Kardiyem Kardiyem (2) Universitas Negeri Semarang
  • Wulan Suci Rachmadani (3) Universitas Negeri Semarang
  • Abdul Khafidz (4) Universitas Negeri Semarang

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: inovasi, diversifikasi, bawang merah, bernilai ekonomis

Abstract

Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu mengoptimalkan potensi sumber daya lokal berupa bawang merah yang tersedia di Desa Genengadal, Grobogan untuk dijadikan olahan berbagai produk bawang merah yang bernilai jual tinggi. Metodologi yang dilakukan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: (1) pertemuan dengan perwakilan kelompok tani rahayu untuk mengadakan pelatihan dan sosialisasi (2) Focus Group Discussion (FGD) membicarakan secara rinci rencana kegiatan sembari membagi tugas untuk anggota kelompok tani rahayu, (3) pelatihan pembuatan olahan bawang merah, yaitu bawang goreng dan kue kering dari bawang merah, (4) pendampingan strategi pemasaran online, dan (5) monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil pelatihan yang dilakukan, potensi bawang merah yang semula belum dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, saat ini telah mampu dioptimalkan kegunaanya menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi. Hasil olahan bawang merah yang telah dihasilkan adalah bawang goreng dan kue kering. Selain itu produk yang telah dihasilkan dikemas dan diberi label kemasan menarik yang memiliki nilai ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Farid, A. (2020). Meningkatkan Nilai tambah Bawang Merah. http://sulut.litbang.go.id/index.php/106-

Fauziyah, F., Handayani, T., Susanto, R. E. W., & Rosanti, A. D. (2020). Diversifikasi Produk Unggulan Daerah Bawang Merah Lokal Khas Nganjuk Untuk Meningkatkan Pendapatan UMKM. Prosiding SNasPPM, 5(1), 260–266. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/347

Maharani, Y., & Purnama, D. (2012). Frying distillation: sebuah metode baru dalam penangkapan flavor yang terbentuk selama deep frying bawang merah.

Kementerian Pertanian. (2012). Nilai Tambah dari Olahan Bawang Merah.

Pujiastuti, Y., Suwandi, & Bambang Gunawan. (2021). Budidaya Tanaman bawang Merah di Desa Biinaan Pemulutan Ulu. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, 446–454.

Rahmawati, W., & Dwi, N. D. (2021). Introduksi Mesin Perajang dan Peniris pada Pengembangan Usaha Produksi Bawang Goreng KWT ”Sejahtra” di Kecamatan Gedog Tataan, Kabupaten Pesawaran. Sakai Sambayan, 5(1), 44–49.

Sari, A. P. (2017). Proses Pembuatan Pasta Bawang Merah (Allium cepa var.aggregatum) dan Penentuan Umur Simpannya dalam Kemasan Gelas. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 27(2), 200–208.

Santoso, N., Sari, R., & Yulianingsih. (2012). Inovasi teknologi instore drying untuk mempertahan mutu dan nilai tambah bawang merah.

Tjiptono, F. (2010). Strategi Pemasaran Edisi Kedua 2003.

Yanuarti, A. R., & Afsari. M. D. (2016). Profil Komoditas Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Komoditas Bawang Merah.

Published
2022-08-10
How to Cite
Astuti, D. P., Kardiyem, K., Rachmadani, W. S., & Khafidz, A. (2022). Diversifikasi Olahan Bawang Merah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Tinggi di Desa Genengadal Grobogan. Madaniya, 3(3), 590-598. https://doi.org/10.53696/27214834.240
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)