Optimalisasi Kesehatan Remaja Dalam Strategi Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Apendisitis di SMA Negeri 1 Kota Ternate
Abstract
Penyakit usus buntu atau apendisitis, merupakan kondisi peradangan pada usus buntu (apendiks). Perlu diketahui bahwa usus buntu merupakan organ berbentuk kantong yang tersambung ke usus besar dari sisi kanan bawah perut. Meski siapa pun dapat terkena radang usus buntu, tapi penyakit ini paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 tahun keatas salah satunya pada remaja sekolah. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit usus buntu dapat menjadi serius dan menyebabkan usus buntu pecah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri hebat yang dapat berdampak fatal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Kota Ternate. Metode pentingnya pencegahan penyakit apendisitis melalui melalui penyuluhan kesehatan, sehingga dapat tercapai perilaku hidup sehat dengan menjaga pola makan dan gaya hidup yang baik.
Downloads
References
Arifuddin, A., Salmawati, L., & Prasetyo, A. (2017). Faktor Resiko Kejadian Apendisitis Di Bagian Rawat Inap RSU Anutapura Palu. Jurnal Preventif, 8(1), 26–33.
Awaluddin. (2020). Risiko Terjadinya Apendis Faktoritis Pada Penderita Apendisitis Di Rsud Batara Guru Belopa Kabupaten Luwu Tahun 2020. Jurnal Kesehatan, 7(1), 67–72.
Erniwati. (2021). Faktor-Aktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Apendisitis Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Nuevos Sistemas de Comunicación e Información, 2013–15.
Juliantini, M., Silalahi, J., & Bachtiar, V. A. (2023). Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Pengetahuan Mengenai Apendisitis Akut Pada Anak di SD Shalom Semarang. Jurnal Pranata Biomedika, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.24167/jpb.v2i1.10101
Muslim, T. T. (2020). Karakteristik Penderita Appendisitis Akut Pada Berbagai Rumah Sakit di Indonesia Periode Tahun 2010 Sampai Dengan Tahun 2019.
Paso, A. B., Dion, Y., & Paulus, A. Y. (2021). Appendisitis Pada Masyarakat Di Kampung Jagangara Di Wilayah Kerja Puskesmas Weekarou Kabupatem Sumba Barat. CHM-K Applied Scientific Journals, 4, 41–47.
Putri, A. A. (2020). Hubungan Pola Makan Dan Jumlah Leukosit Dengan Jenis Apendisitis Di RSUD Sungai Dareh. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 538. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.903
Copyright (c) 2023 Abd Hakim Husen, Ferdian Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







