Kauman Cultural Village: Transformasi Wisata Budaya Menuju Daya Tarik Inklusif

  • Kusumantoro Kusumantoro (1) Universitas Negeri Semarang
  • Lola Kurnia Pitaloka (2*) Universitas Negeri Semarang
  • Iva Sofi Gunawati (3) Universitas Negeri Semarang

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: wisata budaya, permainan, tradisional, inklusivitas, desa wisata

Abstract

Desa Kauman di Kabupaten Kudus memiliki potensi wisata budaya yang besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal inklusivitas dan diversifikasi daya tarik wisata. Pengembangan wisata berbasis budaya di des aini penting untuk meningkatkan ekonomi lokal dan menarik lebih banyak wisatawan. Melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA), pengabdian ini menggali potensi budaya lokal seperti permainan tradisional. Program ini berhasil melibatkan masyarakat dalam pengembangan wisata, meningkatkan kesadaran akan potensi budaya, dan menciptakan peluang usaha baru. Keberhasilan revitalisasi permainan tradisional seperti lompat tali, egrang bambu, dan gobak sodor telah menarik wisatawan, memperkuat identitas Desa Kauman sebagai destinasi wisata budaya yang inklusif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan promosi budaya yang tepat dapat meningkatkan daya tarik wisata dan dampak ekonomi secara signifikan bagi masyarakat lokal.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-11-25
How to Cite
Kusumantoro, K., Pitaloka, L. K., & Gunawati, I. S. (2024). Kauman Cultural Village: Transformasi Wisata Budaya Menuju Daya Tarik Inklusif. Madaniya, 5(4), 2173-2179. https://doi.org/10.53696/27214834.1058
Section
Artikel