Pembuatan Pangan Fungsional Tempe dan Perbedaan Jenis Pengemasnya Bagi Siswa Siswi di PKBM Anugrah Bangsa Semarang

  • Soraya Kusuma Putri (1*) Universitas Semarang
  • Antonia Nani Cahyanti (2) Universitas Semarang
  • Adi Sampurno (3) Universitas Semarang

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: pangan fungsional, tempe, fermentasi, Rhizopus sp.

Abstract

PKBM Anugrah Bangsa Semarang merupakan sekolah yang mempunyai mata pelajaran Bioteknologi, yang mana proses fermentasi merupakan bagian dari mata pelajaran tersebut. Penyuluhan mengenai pangan fungsional tempe dan perbedaan jenis pengemasnya serta praktek sederhana pembuatan tempe sangat tepat dilakukan untuk menambah wawasan dan ketrampilan dalam bidang bioteknologi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi berupa penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman mengenai fermentasi pada tempe kacang merah, kacang hijau, dan kacang tanah. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan bagi siswa siswi PKBM Anugrah Bangsa Semarang mengenai pangan fungsional tempe dari kacang merah, kacang hijau, dan kacang tanah, menggunakan pengemas dari daun dan plastik, serta mengetahui pengaruh perbedaan pengemas antara daun dan plastik. Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah 8 orang siswa-siswi dengan didampingi oleh 3 orang tutor dari PKBM Anugrah Bangsa. Berdasarkan hasil penyuluhan dan praktek sederhana pembuatan tempe menunjukkan bahwa hasil posttest siswa-siswi 100% benar dibandingkan dengan hasil pretest sebelum dilakukan penyuluhan dan praktek sederhana, jumlah benar dari pretest hanya 40-75%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2016). Produksi Tanaman Pangan 2015. Jakarta. 2088-6993

Chen, Y.-C., Hsieh, S.-L., & Hu, C.-Y. (2020). Effects of Red-Bean Tempeh with Various Strains of Rhizopus on GABA Content and Cortisol Level in Zebrafish. Microorganisms, 8(9), 2–12. https://doi.org/10.3390/microorganisms8091330

Doss, A., & Pugalenthi, M. (2012). Evaluation Of Antioxidant Activity And Phytochemical Screening Of Malus Domestica Borkh (Apple) And Phaseolus Vulgaris L. (Green Beans). Journal Of Pharmaceutial And Scientific Innovation. 1(3), 1–4.

Haron, H., & Norfasihah, R. (2014). Changes in Macronutrient, Total Phenolic and Anti-Nutrient Contents during Preparation of Tempeh. Journal of Nutrition & Food Sciences, 04(03), 1–5. https://doi.org/10.4172/2155-9600.1000265

Long, K. (2013). Comparison Of Γ-Aminobutyric Acid (GABA) Content And Antioxidant Activities Of Conventional Soybean Tempeh And New Generation Mung Bean Tempeh Produced Using Rhizopus Spp. Journal of Probiotics & Health, 1, 96. https://doi.org/10.4172/2329-8901.S1.013

Mariyam, Arfiana, & Sukini, T. (2017). Efektivitas Konsumsi Nugget Tempe Kedelai Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang. Jurnal Kebidanan, 6(12), 63–72. https://doi.org/10.31983/jkb.v6i12.1914

Maryam, S. (2016). Komponen Isoflavon Tempe Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L) Pada Berbagai Lama Fermentasi. Prosiding Seminar Nasional MIPA. ISBN 978-602-6428-00-4. 363-368.

Muchtadi, D. (2010). Kedelai Komponen untuk Kesehatan. Alfabeta.

Mufidah, I., Fathimah, F., Darni, J., & Chairiyah, N. A. (2018). Analisis Perbedaan Jenis Pembungkus Terhadap Kadar Proksimat Dan Daya Terima Tempe Biji Lamtoro (Leucaena Leucocephala). Darussalam Nutrition Journal, 2(2), 21–31. https://doi.org/10.21111/dnj.v2i2.2165

Pinasti, L., Nugraheni, Z., & Wiboworini, B. (2020). Potensi tempe sebagai pangan fungsional dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja penderita anemia. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(1), 19–26. https://doi.org/10.30867/action.v5i1.192

Radiati, A., & Sumarto. (2016). Analisis Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Dan Kandungan Gizi Pada Produk Tempe Dari Kacang Non-Kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(1), 16–22. https://doi.org/10.17728/jatp.v5i1.32

Salim, R., Zebua, E. T., & Taslim, T. (2017). Analisis Jenis Kemasan Terhadap Kadar Protein Dan Kadar Air Pada Tempe. Jurnal Katalisator, 2(2), 106–111. https://doi.org/10.22216/jk.v2i2.2531

Sayuti. (2015). Pengaruh Bahan Kemasan Dan Lama Inkubasi Terhadap Kualitas Tempe Kacang Gude Sebagai Sumber Belajar Ipa. Bioedukasi (Jurnal Pendidikan Biologi), 6(2), 148–158. https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v6i2.345

Sundari, E. & Nuryanto. (2016). Hubungan Asupan Protein, Seng, Zat Besi, Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Z-Score Tb/U Pada Balita. Journal of Nutrition College. 5(4), 520–529.

United States Department of Agriculture. (2014). National Nutrient Database for Standard Reference Release. Agricultural Research Service. US.

Published
2022-05-11
How to Cite
Putri, S. K., Cahyanti, A. N., & Sampurno, A. (2022). Pembuatan Pangan Fungsional Tempe dan Perbedaan Jenis Pengemasnya Bagi Siswa Siswi di PKBM Anugrah Bangsa Semarang. Madaniya, 3(2), 168-175. https://doi.org/10.53696/27214834.132
Section
Artikel