Pelatihan Pembuatan Media Ajar Camtasia Bagi Guru TK ABA 38 Semarang
Abstract
Seiring berkembangnya kurikulum dan capaian pembelajaran disesuaikan dengan implementasi kurikulum merdeka, maka guru dituntut untuk lebih sigap dalam mempersiapkan proses pembelajaran di dalam kelas dengan berbasis teknologi khususnya di KB/TK. Hal ini juga dialami para guru di KB/TK ABA 38 Semarang. Sekitar 50% guru sudah memiliki pemahaman literasi digital dalam hal pembuatan media ajar video menggunakan aplikasi di handphone namun yang baru menerapkan hanya 25% saja dari jumlah total 8 guru TK/KB di TK ABA 38 Semarang. Selain itu, banyak guru di TK ABA 38 Semarang disibukkan dengan berbagai kegiatan TK di Provinsi atau Kabupaten sehingga mereka jarang sekali memodifikasi media pembelajaran dikemas semenarik mungkin melalui aplikasi video Camtasia. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, tim pengabdi menentukan solusi permasalahan yakni: workshop media pembelajaran berbasis aplikasi Camtasia berbasis numerasi, workshop media pembelajaran berbasis aplikasi Camtasia berbasis literasi, dan praktik bersama secara terbimbing mengedit video pembelajaran dengan aplikasi Camtasia. Adapun solusi yang dihasilkan adalah guru TK ABA 38 Semarang mampu menerapkan literasi, numerasi, dan mampu mengedit video menggunakan aplikasi Camtasia dengan dibuktikan dari hasil respon yang positif dan observasi proses editing video yang terampil dari para guru di sekolah tersebut. Selain itu produk video yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
Downloads
References
Afrilyasanti, R., & Cahyono, B. Y. (2022). Gamification as a helping hand for students’ learning adaptation due to covid-19 pandemic. Journal of Asia TEFL, 19(4), 1301–1310. https://doi.org/10.18823/asiatefl.2022.19.4.11.1301
Anas, I., Basri, M., & Musdariah, A. (2022). Digital language teacher professional development from a CALL perspective: Perceived knowledge and activeness in ECCR. Computer Assisted Language Learning, 23(1), 1–21.
Apaydin, Ç., & Kaya, F. (2020). An analysis of the preschool teachers’views on alpha generation. European Journal of Education Studies, 6(11), 123–141. https://doi.org/10.5281/zenodo.3627158
Blackwell, C. K., Lauricella, A. R., & Wartella, E. (2014). Factors influencing digital technology use in early childhood education. Computers and Education, 77, 82–90. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2014.04.013
Cresswell, J. W. (2014). Research design, qualitative, quantitative, mixed methods approaches. Sage Publications.
Hakim, A. R., Apriyanto, M. T., Farhan, M., & Napis. (2022). Peningkatan kualitas pembelajaran jarak jauh melalui pelatihan pembuatan video pembelajaran berbantuan software camtasia studio. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 5(2), 134–139.
Haris, A. (2022, May 28). UI kaji strategi tumbuhkan budaya literasi bagi Generasi Alfa - ANTARA News Megapolitan. ANTARA News Megapolitas, 1–1.
Hsin, C. T., Chaun, L. M., & Chung, T. C. (2014). The influence of young children’s use of technology on their learning: A review. Educational Technology and Society, 7(4), 85–99.
Huang, M., Kuang, F., & Ling, Y. (2022). EFL learners’ engagement in different activities of blended learning environment. Asian-Pacific Journal of Second and Foreign Language Education, 7(9), 1–15. https://doi.org/10.1186/s40862-022-00136-7
Isrokatun, I., Yulianti, U., & Nurfitriyana, Y. (2021). Analisis profesionalisme guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Jurnal Basicedu, 6(1), 454–462. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.1961
Judge, S., Puckett, K., & Bell, S. M. (2006). Closing the digital divide: Update from the early childhood longitudinal study. Journal of Educational Research, 100(1), 52–60. https://doi.org/10.3200/JOER.100.1.52-60
Magen-Nagar, N., & Firstater, E. (2019). The obstacles to ICT implementation in the kindergarten environment: Kindergarten teachers’ beliefs. Journal of Research in Childhood Education, 33(2), 165–179. https://doi.org/10.1080/02568543.2019.1577769
Magen-Nagar, N., Firstater, E., & Schwasbky, N. (2013). Characteristics of kindergarten teacher in the information and communication technologies environment: A path analysis. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 9(1), 1–17.
Mahardika, A. I., Wiranda, N., Arifuddin, M., Kamal, M., Erlina, M., & Yani, P. (2022). Pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan camtasia dan olive dalam optimalisasi pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 5(2), 151–156.
Pratama, M. R. A., & Dewi, M. K. (2021). Creating asynchronous environments: Integration between camtasia, youtube, and google classroom. ELTLT 2021: Proceedings of the 10th UNNES Virtual International Conference, 36–45.
Purnomo, E. A., Handayani, S., Kadarwati, S., & Pohan, S. (2018). IbM pemanfaatan software camtasia untuk meningkatkan pendidikan karakter guru TK PGRI 10 Siliwangi. E-DIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 141–148. http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas
Sulkanen, M., Kankaanranta, M., & Kenttälä, V. (2019). Implementation of digital portfolios in early childhood education systech-systemic learning solutions view project. Proceedings of Edmedia and Innovate Learning , 313–321. https://www.researchgate.net/publication/336368643
Velaora, C., Dimos, I., Tsagiopoulou, S., & Kakarountas, A. (2022). A game-based learning approach in digital design course to enhance students’ competency. Information, 13(177), 1–25. https://doi.org/10.3390/info13040177
Vitoulis, M. (2017). The formation of pre-service early childhood educators’perceptions about ICT use in early childhood education after an experiental approach. European Journal of Education Studies, 3(5), 22–37. https://doi.org/10.5281/zenodo.439103
Wijayatiningsih, T. D., Bharati, D. A. L., Faridi, A., & Fitriati, S. W. (2022). Scaffolding for learners’ writing literacy through blended learning in an Indonesian EFL context. Journal of Asia TEFL, 19(1), 336–344. https://doi.org/10.18823/asiatefl.2022.19.1.26.336
Copyright (c) 2023 Enny Dwi Lestariningsih, Testiana Deni Wijayatiningsih, Eko Andy Purnomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







